BAB
II
LANDASAN
TEORI
A.
Konsep
Dasar Sistem Informasi
Kata
sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu Systema
yang memiliki arti satu kesatuan umum. Untuk itu ada pembahasan-pembahasan
mengenai konsep dasar dari sistem informasi sebagai berikut.
1.
Pengertian
Sistem
Dalam sebuah
perusahaan atau instansi harus ada sebuah sistem yang mengatur kinerja yang ada
dalam perusahaan atau instansi tersebut.
Menurut Sutarman (2009:14) “Sistem adalah Kumpulan-kumpulan
dari elemen-elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam
suatu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.
Menurut Kusrini (2007:5) bahwa
“Sistem adalah sekumpulan elemen
yang saling
terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai
suatu tujuan”.
Dari kedua pendapat
diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan yang berada dalam suatu wilayah. Hubungan tersebut saling
terintegrasi untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
2.
Pengertian
Sistem Informasi
Hampir
setiap perusahaan menengah keatas menggunakan sistem informasi untuk mendukung
kinerja perusahaan tersebut. menggunakan sistem informasi dapat mempermudah
pengolahan data sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih efektif dan efisien.
Menurut Tata Sutabri (2012:46) bahwa “Sistem
informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan yang diperlukan”. Sistem informasi memberikan nilai tambah
terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja sangat berguna
bagi kegiatan bisnis.
Sedangkan menurut Kusrini (2007:11) bahwa ”Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan merupakan kegiatan strategi dari suatu organisasi, serta
menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar”.
Dari pengertian
di atas dapat disimpulkan bawah sistem informasi adalah kombinasi dari
teknologi informasi dan aktifitas orang yang menggunakan teknologi tersebut
untuk mendukung operasi dan manajemen.
3.
Komponen
Sistem Informasi
Tata Sutabri (2012:47) menjelaskan bahwa
sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building
blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware,
komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua
komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
kesatuan untuk mencapai sasaran.
a.
Komponen
Input
Input mewakili data yang masuk ke
dalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat
berupa dokumen-dokumen dasar.
b.
Komponen
Model
Komponen ini terdiri dari kombinasi
prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data
dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.
Komponen
Output
Hasil dari sistem informasi adalah
keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua pemakai sistem.
d.
Komponen
Teknologi
Teknologi merupakan “Tool Box”
dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan
keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e.
Komponen
Hardware
Hardware
berperan
penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi yang
berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah
dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah
kerja dari sistem informasi.
f.
Komponen
Software
Software berfungsi
sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil
dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
g.
Komponen
Basis Data
Basis data (database) merupakan
kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain,
tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan
penyediaan informasi lebih lanjut.
h.
Komponen
Control
Banyak hal yang dapat merusak sistem
informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu,
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan,
sabotase dan lain sebagainya.
4.
Pengembangan
Sistem Informasi
Kusrini
(2007:39) menerangkan bahwa “Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu
sistem yang baru untuk menggatikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
memperbaiki sistem yang telah ada”. Sedangkan tujuan pengembangan sistem
tersebut adalah untuk memperoleh kemudahan-kemudahan dalam pengolahan data inventory, serta menciptakan keefisienan
waktu dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan kapan saja oleh pimpinan.
Pengembangan
sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System
Development) pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk
menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan problem
organisasi atau memanfaatkan kesempatan opportunities yang ditimbulkan.
Metode
pengembangan sistem banyak metode pengembangan sistem yang tersedia metode yang
paling dikenal disebut juga sebagai System Development Life Cycle (SDLC)
atau sering juga disebut sebagai Water Fall Method. Metode-metode lain
yang dikenal antara lain: Prototyping, Application Software, End-User
Development, Outsourcing, dan lain-lain.
SDLC
merupakan metode pengembangan sistem paling tua sangat cocok untuk pengembangan
sistem yang besar tidak sesuai atau tidak terlalu disarankan untuk small
scale project karena Resource intensive tidak fleksibel sulit untuk
aplikasi dengan perubahan cara pengambilan keputusan yang diambil.
B.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
1.
Pengertian Analisis Sistem
Menurut Deddy
Kusbianto (2010:17) dalam bukunya Analisis Dan Perancangan Sistem “analisis sistem
adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan suatu
perbaikan”.
2.
Langkah-Langkah Analisis Sistem
Menurut Deddy Kusbianto (2010:17) dalam bukunya Analisis Dan Perancangan Sistem. Bahwa didalam analisis sistem terdapat
langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem. Antara lain :
a.
Mengidentifikasi
Masalah (identify)
Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang
dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah mengidentifikasi persediaan mobil di PT Andalas Berlian Motors dapat didefenisikan sebagai suatu pernyataan yang ingin diselesaikan dalam menentukan persediaan.
b.
Memahami
Kerja dari Sistem (understand)
Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci
bagaimana sistem yang ada di PT Andalas
Berlian Motors Bukittinggi beroperasi. Untuk
mempelajari dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara
melakukan penelitian.
c.
Menganalisis
Sistem (analyze)
Langkah ini untuk menganalisis masalah yang terjadi dan untuk menemukan penyebab
dari masalah yang timbul berdasarkan data yang telah diperoleh dari PT Andalas Berlian Motors Bukittinggi.
d.
Membuat Laporan Hasil
Analisis (report)
Setelah proses analisis selesai dilakukan, selanjutnya analis
sistem membuat laporan hasil analisis yang akan diserahkan kepada bagian gudang dan kasir
yang nantinya akan diteruskan ke maneger pada PT Andalas Berlian Motors Bukittinggi.
3.
Pengertian Perancangan Sistem
Menurut John Burch & Gary Grudnitski
dalam Jogiyanto (2005:196), Perancangan adalah “Penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau
pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh
dan berfungsi”.
Menurut
Tata Sutabri (2012:224) bahwa “Perancangan sistem merupakan prosedur untuk
mengkonversikan spesifikasi logis ke dalam sebuah desain yang dapat diimplementasikan
pada sistem komputer organisasi”.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
perancangan sistem mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan pemakai atau user
dan memberikan gambaran yang jelas dan rancangan bangun yang lengkap kepada
pemrogram komputer beserta ahli-ahli teknik yang terlibat.
C.
Alat Bantu Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
1.
Diagram Alir Sistem Informasi (ASI)
Aliran
Sistem Informasi (ASI) Merupakan
bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan fomulir termasuk
tembusan–tembusannya. Aliran sistem informasi dimanfaatkan untuk mengetahui permasalahan
yang ada pada suatu perusahaan. Dari sini dapat diketahui apakah sistem
informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, serta masih manual atau sudah terkomputerisasi.
Beberapa simbol yang digunakan dalam pembuatan Aliran
Sistem informasi (ASI) dapat dilihat pada tabel 1 berikut :
Tabel 1 Simbol-Simbol Diagram Alir
Sistem Informasi
SIMBOL
|
KETERANGAN
|
|||
Dokumen. Simbol
ini digunakan untuk menunjukan dokumen input
dan output baik untuk manual,
mekanik atau komputer.
Multi
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk
menunjukan banyak dokumen input dan
output baik untuk manual, mekanik
atau komputer.
|
||||
Proses Manual. Simbol
ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang
dilakukan tanpa menggunakan komputer. Uraian singkat kegiatan manual
dicantumkan di dalam simbol ini.
|
||||
Data. simbol ini digunakan untuk menyatakan dan mewakili data masukan
dan keluaran.
|
||||
Proses Komputer / Online
Computer Process. Simbol ini
menggambarkan kegiatan proses dari pengolahan data dengan komputer secara online. Uraian singkat tentang operasi
program komputer ditulis di dalam simbol.
|
||||
|
Arsip. Simbol ini digunakan untuk
menggambarkan file komputer / non
komputer yang disimpan sebagai arsip. Di dalam simbol ini bisa ditulis huruf N (Numeric), huruf A (Alphabetical) atau huruf C (Cronological).
|
|||
Penghubung pada halaman
yang sama. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan hubungan arus proses yang terputus
masih dalam halaman yang sama. Di dalam
simbol ini dicantumkan nomor sebagai penghubung.
|
||||
Database. Simbol ini digunakan untuk menghasilkan output dan juga mengontrol kebenaran
data yang ada diaplikasi cocok dengan sumber data.
|
||||
Penghubung pada halaman yang berbeda. Simbol ini digunakan untuk
menunjukkan hubungan arus proses yang terputus dengan sambungannya ada di
halaman yang lain, sesuai dengan nomor yang tercantum dalam simbol.
|
||||
Display. Simbol ini digunakan untuk menunjukan yang
ditampilkan di monitor.
|
||||
Garis Alir. Simbol ini menunjukkan aliran/arah dari proses
pengolahan data.
|
Sumber : Andri Kristanto(2008:73)Perancangan sistem
informasi dan aplikasi
2.
Hierarchy Plus Input Process Output (HIPO)
HIPO
adalah penggambaran lebih lanjut tingkatan-tingkatan proses atau output dari data flow diagram untuk dijadikan sebagai modul dalam pembuatan program.
a.
Visual Table Of Contents (VTOC)
Diagram ini
menggambarkan hubungan dari fungsi-fungsi secara berjenjang. Berikut gambar
dari VTOC sebagai berikut :
Gambar 1 : Visual Table
Of Contents
Sumber : Hanif Al
Fatta (2007:148) Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi
b.
Overview Diagram
Diagram ini
menggambarkan fungsi-fungsi yang ada pada sistem informasi.
3.
Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD)
merupakan gambaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat
keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi file. Keuntungan dari DFD, memudahkan user atau pemakai menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem
yang akan dilaksanakan. Desain ini akan memperlihatkan aliran sistem mulai dari input, proses hingga output yang dihasilkan.
Beberapa simbol yang digunakan dalam Data
Flow Diagram (DFD), dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2 Simbol-Simbol Data Flow Diagram
SIMBOL
|
KETERANGAN
|
Kesatuan
Luar / External Entity. Merupakan sumber /tujuan data atau suatu bagian/ orang
yang berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut, baik itu
memasukkan data maupun mengambil data dari sistem.
|
|
Proses.
Simbol ini digunakan untuk melakukan
proses pengolahan data di dalam DFD, yang menunjukkan suatu kegiatan yang
mengubah aliran data masuk (input) menjadi
aliran data keluar (output).
|
|
Penyimpanan Data / Data Store. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen-dokumen/file-file yang dibutuhkan dalam suatu sistem informasi.
|
|
Aliran Data. Menunjukkan arus dalam proses, dimana simbol aliran
data ini mempunyai nama tersendiri.
|
Sumber : Tata
Sutabri (2012:117) Analisis Sistem Informasi
4.
Entity Relationship Diagram (ERD)
Model Entity-Relationship
berisi komponen-komponen dari suatu himpunan entitas dan himpunan
relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang
merepresentasikan seluruh fakta yang ditinjau sehingga dapat diketahui hubungan
antara entity-entity yang ada dengan atribut-atributnya. Selain itu juga
bisa menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many
to many, one to many, atau one to one. Lebih jelasnya akan digambarkan secara
sistematis dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R /
ERD).
Hubungan/relasi
antar atribut yang terdapat pada sistem konseptual secara bebas yang terdiri
dari entity-entity, dan setiap entity terdiri
dari atribut yang ada, yaitu:
a.
Unary, adalah satu entity
berelasi hanya dengan satu entity saja.
b.
Binary, adalah satu entity
berhubungan dengan entity yang lain.
c.
Ternary, adalah satu entity
berhubungan dengan beberapa entity
yang lainnya.
Berikut
adalah keterangan simbol dari Diagram ERD
:
Tabel 3 Simbol-Simbol Entity Relationship Diagram (Diagram E-R)
SIMBOL
|
KETERANGAN
|
Entitas.
Notasi untuk mewakili suatu obyek
dengan karakteristik sama, sehingga pada lingkungan nyata setiap obyek akan
berbeda dengan obyek lainnya.
|
|
Attribute. Simbol terminal ini untuk
menunjukkan nama-nama atribut yang ada pada entity.
|
|
Attribute Key. Simbol atribut yang
digaris bawahi, berfungsi sebagai key
(kunci) di antara nama-nama atribut yang ada pada suatu entity.
|
|
Relasi. Notasi yang digunakan untuk menghubungkan beberapa
entitas berdasarkan fakta pada suatuj lingkungan.
|
|
Garis Penghubung. Notasi untuk merangkaikan keterkaitan
antara notasi-notasi yang digunakan dalam diagram
E-R, yaitu entitas, relasi dan atribut.
|
Sumber : Yudi
Priyadi (2014:20) Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi
5.
Flowchart
Flowchart merupakan alat bantu yang digunakan untuk menerangkan logika program, berupa suatu
bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.
Sombol-simbol
yang digunakan dalam flowchart dapat
dijelaskan pada tabel 4 berikut:
Tabel 4 Simbol-simbol Bagan Alir Program (FlowChart)
SIMBOL
|
KETERANGAN
|
Terminal Point
Simbol. Digunakan untuk menunjukan awal dan
akhir dari suatu proses.
|
|
Prepation Simbol. Digunakan untuk memberi nilai
awal.
|
|
Proses Simbol.
Digunakan untuk mewakili suatu proses, seperti pengolahan aritmatika.
|
|
Proses Terdefinisi.
Digunakan untuk menunjukan suatu operasi yang rincinya ditujukan ditempat
lain.
|
|
Input / Output Simbol. Digunakan untuk mewakili operasi perbandingan logika atau
suatu penyeleksian kondisi didalam program.
|
|
Simbol display. Simbol ini
digunakan untuk menunjukan yang ditampilkan di monitor.
|
|
Symbol disk and on-line storage.
Simbol untuk menyatakan input
berasal dari disk atau output disimpan ke disk.
|
|
Dokumen.
simbol yang digunakan untuk input
berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas.
|
|
Data. Digunakan untuk
menyatakan dan mewakili data masukan dan keluaran.
|
|
Penghubung. digunakan untuk menunjukan sambungan
dari bagan alir yang terputus pada halaman yang sama.
|
|
Penghubung
halaman lain. Digunakan untuk menunjukan hubungan arus proses yang terputus dengan
sambungan yang ada di halaman lain.
|
|
Garis Alir. Digunakan untuk menunjukan aliran atau arus dari proses.
|
Sumber : Buku Teks
Komputer Basis Data, Karangan Fathansyah (2007:80)
D. Tinjauan
Terhadap Inventory
1.
Pengertian Inventory
Alexandri
(2009:122) mengemukakan bahwa “Inventory
adalah suatu aktiva yang meliputi barang milik perusahaan dengan maksud untuk
dijual dalam satu periode “.
Menurut Ishak
(2010:159) “Persediaan (inventory)
sebagai sumber daya menganggur (idle
resource). Sumber daya menganggur ini belum digunakan karena menunggu
proses lebih lanjut”.
Secara umum pengertian inventory adalah merupakan suatu aset
yang ada dalam bentuk barang-barang yang dimiliki untuk dijual dalam operasi
perusahaan maupun barang-barang yang sedang di dalam proses pembuatan.
Diantara pengertian
diatas maka inventory dapat diklasifikasikan
oleh perusahaan menjadi beberapa bagian diantaranya, apabila jenis perusahaan
yang membeli barang akan dijual lagi, maka klasifikasi hanya ada satu macam
saja persedian barang dagangan. Sedangkan bila jenis perusahaan adalah industri
yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, maka
klasifikasi inventory dibagi menjadi
3 kelompok yaitu:
a.
Persediaan bahan
baku
b.
Persediaan dalam
proses
c.
Persediaan
barang jadi.
Setelah diperhatikan
definisi inventory diatas, dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan persediaan bahan baku adalah
barang-barang berwujud yang dimiliki dengan tujuan untuk diproses menjadi barang
jadi. Barang ini dihasilkan sendiri dan dibeli dari perusahaan lain yang merupakan
produk akhir dari perusahaan itu sendiri, barang ini merupakan bahan utama
dalam menghasilkan produk akhir, persediaan barang penolong atau pembantu
adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk menghasilkan produk akhir, tapi tidak
secara langsung ikut serta dalam hasil produk akhir. Persediaan barang dagangan
adalah barang-barang yang dibeli dan dimiliki oleh perusahaan dagang untuk
dijual kembali.
Salah satu perlunya inventory dilaksanakan dengan baik yaitu
mengetahui secara pasti harga pokok dari barang-barang dagangan yang terjual.
Disamping itu untuk menjamin lancarnya arus lalu lintas barang maka perlu
diadakan pencatatan terhadap segala penerimaan barang yang berasal dari supplier, barang yang dipesan oleh
langganan, barang yang terjual, barang yang dikembalikan oleh langganan dan
penyesuaian-penyesuaian (Adjusment)
terhadap barang. Atas dasar pencatatan tersebut nantinya dapat diketahui antara
lain barang mana yang banyak tertimbun (Overstock)
barang mana yang harus dipesan kembali kepada supplier karena persediannya sudah menipis, apabila terjadi
pemesanan barang kepada supplier, maka pemesanan ini perlu pula dicatat untuk
mendapatkan informasi tentang inventory
yang lengkap, bila segala transaksi yang disebut diatas tidak dicatat dengan
baik maka akan menemui kesulitan untuk mengetahui keadaan inventory secara pasti pada suatu saat misalnya kesulitan untuk
mengetahui berapa jumlah persedian barang yang ada dan yang sudah dipasarkan
serta jumlah barang yang sudah dipesan
oleh langganan (Quantity Committed)
dan berapa jumlah barang yang dipesan kepada Supplier (Quantity Sold)
dan informasi penting lainnya.
2.
Strategi Operasi
Persedian
Dari persediaan fisik
ini, persediaan dapat dibedakan menurut jenis dan persediaan barang tersebut
dalam urutan pengerjaan produk yaitu:
a.
Persediaan bahan
baku komponen (Raw Materials Stock) Yaitu
persediaan dari barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi
barang yang mana dapat diperoleh dari sumber-sumber atom ataupun dibeli dari supplier yang menggunakannya.
b.
Persediaan
komponen-komponen rakitan (Purchased
Parts/Components Stock) Yaitu persediaan atau bahan-bahan yang terdiri dari
Parts yang diterima dari perusahaan
lain, yang dapat secara langsung di assembling
dengan Parts lain tanpa melalui
proses produksi sebelumnya.
c.
Persediaan bahan
pembantu atau barang-barang perlengkapan
Yaitu persediaan atau bahan-bahan yang
diperlukan dalam produk-produk untuk membantu berhasilnya proses produksi atau
yang dipergunakan dalam bekerjanya suatu perusahaan.
d.
Persediaan
barang setengah jadi / barang dalam proses (Word
in Process/Process Stock) Yaitu persediaan barang yang dikeluarkan dari
tiap-tiap bagian disuatu pabrik atau bahan yang belum diolah menjadi suatu
bentuk tetapi terus diproses kembali untuk menjadi barang jadi.
e.
Persediaan
barang jadi (Finished Good Stock)
Yaitu persediaan barang yang telah
selesai diproses atau diolah menjadi bentuk dan siap untuk dijual kepada
langganan atau perusahaan lain.
3. Kegunaan
Inventory
Inventory
dapat dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk :
a.
Menghilangkan
resiko keterlambatan datangnya barang-barang yang dibutuhkan perusahaan.
b.
Menghilangkan
resiko dari bahan yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
c.
Untuk memupuk
bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan bila bahan
itu tidak ada dalam pasaran.
d.
Mempertahankan
stabilitas operasi perusaan atau menjamin kelancaran arus produksi.
e.
Mencapai
penggunaan yang optimal.
f.
Memberikan
pelayanan atau Service kepada
langganan pada suatu waktu dapat dipenuhi atau memberikan jaminan tetap
tersedianya barang jadi tersebut.
Membuat pengadaan atau produksi tidak
perlu sesuai dengan penggunaan
E.
Basis Data
1.
Pengertian Basis Data
Pengertian basis data menurut Indrajani (2014:02) dalam
bukunya Pengantar Sistem Basis Data “basis data adalah suatu kumpulan data yang
berhubungan secara logis dengan deskripsi data tersebut, yang dirancang untuk
memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisis”. Basis data
menggambarkan dirinya sendiri karena berisi sebuah deskripsi tentang dari
dirinya sendiri dalam sebuah kamus data.
Basis Data juga didefinisikan dalam beberapa sejumlah
sudut pandang seperti;
a.
Himpunan
kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar
kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
b.
Kumpulan
data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan
tanpa pengulangan (Redundansi) yang
tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
c.
Kumpulan
File/tabel/arsip yang saling
berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
(Sumber : Buku Pengantar Sistem Basis data, Karangan Indrajani (2014:02)
2. Istilah
dalam Basis Data
Menurut
Fathansyah (2012:45) dalam bukunya Basis Data,
terdapat istilah yang digunakan dalam basis data diantaranya yaitu
a.
Enterprise
Yaitu suatu bentuk
organisasi, data yang tersimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh: Sekolah, Rumah Sakit.
b.
Entitas
Yaitu objek yang dapat dibedakan dengan objek yang
lainnya. Contohnya: dalam enterprise
sekolah terdapat entitas siswa dan mata pelajaran.
c.
Atribut
Yaitu atribut untuk mewakili suatu entity. Contohnya: Entitas
siswa mewakili atribut NIS, Nama, Alamat, Agama dll.
d.
Nilai
data atau data value
Yaitu informasi yang
tercakup dalam setiap elemen data. Isi dari atribut
disebut nilai data.
e.
Record (Tuple)
Yaitu kumpulan field-field
yang saling berkaitan yang menginformasikan tentang suatu entity secara
lengkap.
f.
Fild
Yaitu kumpulan record-record
yang sejenis dimana mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama
namun berbeda-beda data value-nya.
g.
Database
Yaitu kumpulan file-file
yang punya kaitan antara satu file
dengan file lainnya sehingga
membentuk suatu bangunan data.
h.
DataBase
Management System
(DBMS)
Yaitu kumpulan file
yang saling berkaitan bersama-sama dengan program untuk pengelolaannya.
3.
Desain Database
Tujuan desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam
sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Terdapat
alasan mengapa desain database perlu
untuk dilakukan, salah satunya adalah untuk menghindari pengulangan data.
Salah satu metode meminimalisasi pengulangan data antara
lain dengan Empat pendekatan dalam desain Database
a.
Top- down
Diawali dengan pembentukan model data yang berisi
beberapa entitas high-level dan relationship, yang kemudian menggunakan
pendekatan top-down secara
berturut-turut untuk mengindentifikasi entitas lower level, relationship
dan atribut lainnya.
b.
Bottom-up
Dimulai dari atribut dasar (sifat-sifat entitas dan relationship), dengan analisis dari
penggabungan antar atribut yang dikelompokan kedalam suatu relasi yang
mempresentasikan tipe dari entitas dan relationship
antar entitas.
c.
Inside-out
Berhubungan dengan pendekatan bottom-up tetapi sedikit berbeda dengan identifikasi awal entitas
utama dan kemudian menyebar ke entitas, relationship,
dan atribut terkait lainnya yang lebih dulu diidentifikasi.
d.
Mixed
Menggunakan pendekatan bottom-up dan top-down
untuk bagian yang berbeda sebelum pada akhirnya digabungkan.
Sumber : Buku Pengolahan
Database dengan Mysql (2006:127). Penerbit Wahana
Komputer
F. MySql
MySQL adalah Relational
Database Management System (RDBMS)
yang didistribusikan secara gratis di bawah licensi
GPL (GeneralPublic License). Dimana
setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun
tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat close source atau komersial. Menurut Abdul Kadir (2008:12)
bahwa “MySQL merupakan software yang
tergolong sebagai DBMS (Database
Management System) yang bersifat open
source. DBMS yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam
mengelola basis data”.
MySQL adalah satu dari sekian banyak sistem database, merupakan terobosan solusi
yang tepat dalam aplikasi database.
Selain itu juga tersedia mailing list dan
homepage khusus yang memberikan tutorial serta dokumen lengkap. MySQL merupakan turunan dari salah
satu konsep utama dalam database yaitu, SQL (structured Query Language). SQL adalah
sebuah konsep pengoperasian database,
terutama untuk pemilihan/seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan
pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Sistem basis data
(DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya
dalam melakukan proses perintah SQL yang dibuat oleh user maupun program aplikasi.
Berikut ini beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh
MySQL:
1. Portability
MySQL dapat
berjalan stabil pada berbagi sistem operasi diantaranya adalah seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac OS X Server,
Amiga, HP-UX dan masih banyak lagi.
2.
Open Source
MySQL
didstribusikan secara open source
(gratis), di bawah licensi GPL
sehingga dapat menggunakannya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun.
3. Multiuser
MySQL dapat
digunakan oleh beberapa user dalam
waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. Hal ini memungkin
sebuah database server MySQL dapat diakses client
secara bersamaan.
4. Performance Tuning
MySQL memilki
kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query
sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL persatuan waktu.
5. Column Types
MySQL memilki tipe
kolom yang sangat kompleks, seperti integer,
float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp,
year, set serta enum.
6. Command dan Functions
MySQL memiliki
operator dan fungsi yang secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.
7.
Security
MySQL memiliki
beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask,
nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang
mendetail serta password terenskripsi.
8.
Scalability dan Limits
MySQL mampu
menangani database dalam skala besar,
dengan jumlah records lebih dari 50
juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tipa tabelnya.
9.
Conectivity
MySQL dapat
melakukan koneksi dengan client
dengan menggunakan protocol TCP/IP, Unix soket(unix), atau Named Pipes(NT).
10.
Localization
MySQL dapat
mendeteksi pesan kesalahan (error code)
pada client dengan menggunakan lebih
dari dua puluh bahasa.
11.
Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan
bahasa pemrograman.
12.
Client dan Tools
MySQL dilengkapi
dengan berbagai tool yang dapat
digunakan untuk administrasi database,
dan setiap tool yang ada disediakan
petunjuk online.
13.
Struktur Table
MySQL memiliki
struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database
lainnya semacam ProstgreSQL ataupun Oracle.
1.
Koneksi
MySQL dengan Java
Koneksi ke database dengan JDBC, maka perlu mengincludekan atau dengan perintah import paket berupa java.sql,
kemudian diikuti dengan penggunaan class
yang ada pada driver JDBC for MySQL.
Kode program yang akan digunakan untuk loading driver JDBC for MySQL adalah sebagai berikut :
Class.forName(“com.mysql.jdbc.Driver);
Sedangkan kode program untuk melakukan koneksi dengan MySQL adalah sebagai
berikut :
Connection
con=DriverManager.getConnection
"jdbc:mysql://localhost/pustaka",
"root", "");
2. SQL
(Structure Query Languange)
SQL
merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi data dan memperoleh
data dari sebuah basis data relasional. SQL dibutuhkan untuk melakukan
komunikasi antara komputer dengan pemakai. Tujuan dari pemakaian SQL adalah :
a.
Memanggil
data dari satu tabel atau lebih pada sebuah basis data.
b.
Memanipulasi
data pada tabel-tabel dengan menyisipkan, menghapus atau memperbaharui record.
c.
Mendapatkan
ringkasan informasi mengenai data pada tabel.
d.
Membuat,
memodifikasi dan menghapus tabel pada basis data.
e.
Membuat
dan menghapus indeks suatu tabel.
Menurut Bambang
Hariyanto (2009:119-162) Di dalam SQL terdapat 3 sub bahasa basis data, yaitu
1.
Data Defenition Language (DDL) yang berfungsi untuk menspesifikasikan skema atau
struktur basis data. DDL biasa disebut bahasa pendefinisian skema (Schema Definision Language) yang berisi
perintah- perintah objek- objek basis data.
Contoh
sintaks Data Defenition Language (DDL):
a. Pembuatan
table
CREATE TABLE table_name
{column_name data_type[NULL|NOT NULL])}
b. Penghapusan
table
DROP TABLE table_name [RESTRICT|CASCADE]
c. Pengisian
table secara otomatis
CREATE TABLE table_name
(column_name numeric_data_type IDENTITY [(sedd,increment)][NOT NULL])
d. Penambahan
kolom
ALTER TABLE table_name
ADD column_name data_type [NULL|NOT NULL]
[,…n]
e. Penghapusan
kolum
ALTER TABLE table_name DROP COLUMN
column_name
f. Pengubahan
kolom
ALTER TABLE table_name
ALTER COLUMN column_name new_data_type [NULL|NOT
NULL]
g. Pembuatan
Indeks
CREATE [UNIQUE] INDEX
nama_indeks ON nama_tabel (nama_kolom
[ASC|DESC] [, …])
h. Penghapusan
indeks
DROP INDEX nama_indeks
2.
Data Manipulation Language (DML) adalah
sekelompok perintah yang menentukan dan memanipulasi nilai- nilai ditabel pada
suatu waktu seperti menambah, mencari, mengubah dan menghapus baris dalam
tabel.
Contoh
sintaks Data Manipulation Language (DML):
a. Kalimat
INSERT
Berguna untuk
menyisipkan data ditabel pada suatu basis data.
Sintaks :
INSERT INTO nama_tabel [(column_1, …,column_n)]
VALUES (value_1,… value_n);
b. Kalimat UPDATE
Berguna untuk
memperbaharui data ditabel pada suatu basis data
Sintaks :
UPDATE table_name
SET column_1 = value_1[,column_2 =
value_2[,…]]
[WHERE condition]
c. Kalimat DELETE
Berguna untuk
menghapus data ditabel pada suatu basis data
Sintaks : DELETE nama_tabel [WHERE syarat]
d. Kalimat
SELECT
Berguna untuk query dari basis data
Sintaks :
SELECT [DISTINCTIALL] {column_experesion}
FROM table_name [alias],[,…]
[WHERE condition]
[[GROUP BY column_list] [HAVING condition]
[ORDER BY column_list]
Keterangan :
Select
: menspesifikasikan kolom-kolom yang akan muncul sebagai keluaran
Form
: menspesifikasikan daftar relasi yang digunakan
Where
: menyaring baris baris yang memenuhi kondisi
Group
by
: membentuk kelompok-kelompok baris dengan nilai kolum yang sama
Having
: menyaring kelompok-kelompok yang
memenuhi suatu syarat(kondisi)
Order
by:
menspesifikasikan urutan keluaran
3.
Data Control Language (DCL) berisi fitur-fitur yang menentukan aksi yang
dapat dilakukan pemakai terhadap objek basis data seperti basis data, tabel, view.
Ada 2 perintah di Data
Control Language (DCL) :
a. GRANT
Perintah ini
digunakan untuk memberikan wewenang pada objek-objek basis data untuk
pemakai-pemakai spesifik.
Format Grant
:
GRANT {daftar_wewenang | ALL
PRIVILEGES}
ON nama_objek
TO {daftar_id_otorisasi | PUBLIC}
[WITH GRANT OPTION]
b.REVOKE
Revoke digunakan untuk mencabut wewenang pada objek-objek basis
data.
Format REVOKE :
REVOKE [GRANT OPTION FOR]
{daftar_wewenang | ALL
PRIVILEGES}
ON nama_objek FROM {daftar_id_otorisasi | PUBLIC}[RESTRICT
| CASCADE]
G. Bahasa Pemrograman
1. JAVA
Java adalah salah
satu bahasa pemprograman komputer yang berorientasi objek, diciptakan oleh satu
tim dari perusahaan Sun Microsystem,
perusahaan workstation UNIX (Spare). Java diciptakan berdasarkan
bahasa C++, dengan tujuan platform
independent (dapat dijalankan pada berbagai jenis hardware tanpa kompilasi ulang), dengan slogan Write Once Run Anywhere (WORA).
Sumber: Benny Hermawan (2007:5) Buku Menguasai Java 2 dan Object Oriented Programming.
2. Konsep pemograman berorientasi objek
Java merupakan pemograman berorientasi objek yang
memiliki teknik untuk memusatkan rancangan pada data (objek) dan interface. Ada 6 konsep OOP yaitu :
a. Objek
Objek
dalam pemprograman (soft object)
adalah suatu komponen dari suatu sistem yang dibangun. Misalnya objek matematis, objek jendela (window), objek tombol(button), objek kotak gambar (picture box). Analog objek pada
pemprograman procedural adalah
“fungsi” atau “prosedur” yang bekerja mandiri menghasilkan sesuatu dalam suatu
proses pertukaran data dengan program utama.
Contoh
:
Import
java.until.*;
Public
class Circle{
Public
static void main (String [ ] args) {
Circle
C = new Circle();
C.x=2.0;
C.y=3.0; C.r=5.0;
Double
area=C.luas();
Double
kel = C.keliling();
}}
b. Method
Objek-objek yang bekerja sama membentuk suatu sistem
harus saling berkomunikasi untuk menjalankan sistem tersebut. Dalam sebuah
program, objek-objek berkomunikasi satu sama lain dengan mengirimkan pesan.
Sebagai contoh, jika sebuah objek ingin memanggil metode dari objek lain, maka
objek ini akan mengirimkan sebuah pesan yang meminta objek tujuan untuk
menjalankan metode yang dikehendaki. Pesan ini akan berisi informasi-informasi
yang dibutuhkan objek tujuan untuk dapat menunaikan permintaan tadi. Sebuah pesan
dibentuk oleh informasi berikut ini:
Contoh:
Public double keliling() {
Return 2 * 3.14159 * r;
}Public double luas() {
Return 3.14159 * r * r;
}}
c. Class
Kelas (Class)
pada pemprograman dapat disertakan dengan “cetak biru” atau blue print bagi suatu bangunan. Dimana
rumah atau gedung kemudian dibangun berdasarkan cetak biru tersebut. Rumah dan
bangunan tersebut adalah objek hasil
cetak biru. Setiap kelas merupakan suatu kesatuan yang terpisah (encapsulation) dari kelas lainnya.
Kelas/objek harus memiliki antar muka (interface)
agar bisa berkomunikasi dengan kelas/objek lainya.
Contoh;
public
class Circle {
public
double x, y;
public
double r;
d. Interface
pemrograman, interface
digunakan oleh berbagai objek yang tidak terhubung untuk saling berinteraksi.
Jadi dalam bahasa pemrograman, interface
dapat didefinisikan sebagai koleksi definisi metode-metode dan
variabel-variabel konstan, namun tanpa implementasi. Implementasi akan dilakukan
oleh kelas-kelas yang mengimplements interface
ini. Tanpa implementasi di sini tidak seperti pada kelas abstrak yang merupakan
metode-metode yang tidak melakukan apa-apa, melainkan hanya sekedar nama metode
saja.
Contoh
interface yang hanya berisi konstanta
:
public interface interfaceWarna {
public static final int Hitam =
255;
public static final int Putih = 0; }
Contoh
interface yang mengandung method
tanpa konstanta :
public interface InterfaceBentuk {
public abstract void gambar ();
public
abstract void tentukanWarna(); }
e. Polimorfisme
Polimorfisme
adalah sifat dari kelas objek yang memungkinkan berapa fungsi dapat memiliki
nama yang sama walaupun isi fungsi tersebut berbeda.
Contoh
:
public class Circle{
public double x, y, r ;
public Circle (double x, double y)
{
this.x = x ; this.y = y ; this.r =
r ; }
public Circle (double x, double y)
{
this.x = x ; this.y = y ; this.r =
1.0; }
public double keliling(){
return 2 * 3.14159 * r ; }
public
double luas() { return 3.14159 * r *r ; }}
f. Inheritance
Peristiwa pemakaian kelas objek dengan
parameter-parameter local yang sesuai
dengan definisi antar muka objek dapat dipandang sebagai pewarisan (Inheritance) sifat-sifat objek ke
program. Pewarisan merupakan suatu mekanisme yang memungkinkan seorang
menciptakan suatu kelas baru berdasarkan kelas yang sudah ada tersedia tetapi
tidak perlu menuliskan kode dari nol. Dengan cara seperti ini semua metode dan
variabel instan yang terdapat pada kelas dasar diturunkan ke kelas turunan.
Namun kelas turunan dapat menambahkan metode baru atau variabel instan baru
tersendiri.
Contoh
:
Public class circleGraphics
extends Circle {
Color outline, fill ;
Public void draw(drawWindow
dw) {
Dw.drawCircel(x,
y, r, outline, fill); }
Sumber: Julius Hermawan (2006:6) dalam bukunya Analisa
Desain & Pemrograman Berorientasi Obyek
3. JDBC driver
Menurut Bambang Hariyanto (2004:578) bahwa “JDBC
adalah API berbasis XCLI yang memungkinkan objek java memanggil basis data”.
Berdasarkan pada cara penyediaan koneksi terhadap
basis data yang dilakukannya, ada 4 kategori atau tipe JDBC driver yaitu :
a. JDBC-ODBC Brige, satu
satu nya yang ada secara default di
JDK sehingga dapat digunakan dengan banyak basis data. Penggunaannya ada pada
aplikasi stand alone.
b. Native API – Partly java driver menggunakan
pustaka native local untuk
berkomunikasi dengan basis data. Tipe ini lebih cepat dari pada JDBC-ODBC Brige.
c. JDBC Network- All java driver, yaitu
driver yang bertindak sebagai
penengah antara pihak client dan server basis data.
d. Native protocol – All java driver, tipe
yang 100% java dan tidak menggunakan native
CLI. Tipe ini mampu berkomunikasi secara lansung dengan basis data tanpa perlu
penerjemah apapun.
4.
JAVA
Connector
Java Standard
Edision atau J2SE untuk terkoneksi dengan database harus menggunakan driver yang akan memanggil fungsi sql di java. Driver ini layaknya
driver hardware pada komputer yang
berbeda untuk setiap model hardware,
begitu pula dengan driver koneksi database ke java. Driver koneksi DB
ke java berbeda untuk setiap DBMS.
Untuk dapat mengkoneksikan MySQL dengan java maka
dibutuhkan conektor yang akan
menghubungkan . Conektor yang akan
dipakai adalah Connector/J yang
dikeluarkan oleh MySQL yaitu mysql-connector-java-5.1.6.
Cara
untuk mengkoneksikan MySQL
dangan Java antara lain memilih menu service pada aplikasi netbeans kemudian masuk ke menu driver dan memilih MySQL (connector/J). untuk pembuatan koneksi
yang baru diperlukan window new database
connection. Untuk pengisian database
URL antara lain : jdbc:mysql://<HOST>:<PORT>/<DB>
Contoh
pengisisan :
Database URL
: jdbc:mysql://localhost:3306/siak
User name : root
Password : “ “
Menurut
Bambang Hariyanto (2004:667) bahwa JDBC terdiri dari 3 spesifikasi yaitu :
a.
Interface
Interface adalah bagian
terpenting dalam paket java.sql
karena mendefinisikan cara aplikasi berintekrasi dengan basis data. Beberapa interface yang terkait dalam pembuatan
koneksi ke database, antara lain
yaitu :
1)
Interface
java.sql.Connection
Connection menyimpan
informasi state mengenai sesi basis data
yang dikelolanya dan menyediakan aplikasi dengan objek Statement, PreparedStatement atau CallableStatement untuk membuat pemanggilan selama sesi. JDBC API
menspesifikasikan koneksi diinterface java.sql.Connection.
Public interface Connection extends
Object
2)
Interface
java.sql.ResulSet
Aplikasi
memperoleh data yang dikirim oleh SELECT
melalui implementasi java.sql.ResultSet
interface. Secara spesifik, objek ResultSet
memungkinkan aplikasi menerima baris-baris data yang dikirim oleh pemanggilan SELECT. Public interface ResultSet extends Object
3)
Interface
java.sql.Statement
Statement adalah pemanggilan SQL ke basisdata. Ia
umumnya berupa UPDTE, DELETE, INSERT atau
SELECT dimana tidak ada kolom yang
dikaitkan ke data java. Public interface PreparedStatement extends
Object, Statement.
b.
Class
Kelas
kelas di JDBC antara lain:
1)
Kelas
java.sql.Date
Kelas Date memperluas java.util.Date untuk merepsentasikan
SQL DATE type. Public class Date extends java.util.Date
2)
Kelas
java.sql.DriverManager
Objek ini
bertanggung jawab untuk menyimpan beragam implementasi JDBC yang ada untuk
aplikasi. Objek ini menggunakan URL untuk memberi koneksi ke basis data lewat
metode DriverManager.get Connection().
Public interface DriverManager extends
Object
3)
Kelas
java.sql.Time
Kelas
TIME memperluas kelas java.until.Date untuk merepresentasikan SQL Time type. Public class Time extends Date
c.
Exception
Kelas-kelas Exception di JDBC adalah :
1)
Exception
java.sql.SQLException
Digunakan untuk
ketika kesalahan saat terjadi batch
update. Public class SQLException
extends Exception
2)
Exception
java.sql.SQLWarming
SQLWarming terjadi ketika basisdata memunculkan
peringatan. Public class SQLWarming
extends SQLException
H. iNet Cristal Clear
iNet
Cristal Clear
(dengan library JasperReport) sangat
membantu dalam pembuatan laporan. Library
JasperReport sendiri merupakan Java Library
(JAR) yang bersifat open dan
dirancang untuk menambahkan kemampuan pelaporan (reporting capabilities) pada aplikasi java.
JasperReport memiliki sejumlah fitur, antara lain :
1.
Layout dan desain laporan yang fleksibel
2.
Dapat
menampilkan laporan dalam bentuk teks
maupun gambar (chart)
3.
Dapat
menghasilkan report dalam berbagai format : html, pdf, rtf, xls, csv.
4.
Dapat
menerima data dari berbagai sumber data : JDBC, Bean Collection, ResultSet, CSV, XML, Hibernate.
sumber :https://www.inetsoftware.de/products/clear-reports,dikunjungi
23-09-2014).
I. Netbeans
NetBeans merupakan sebuah proyek
kode terbuka yang sukses dengan pengguna yang sangat luas, komunitas yang terus
tumbuh, dan memiliki hampir 100 mitra. Sun
Microsystems mendirikan proyek kode terbuka NetBeans pada bulan Juni 2000 dan terus menjadi sponsor utama. Saat
ini terdapat dua produk : NetBeans IDE
dan NetBeans Platform.
The NetBeans IDE adalah sebuah lingkungan pengembangan - sebuah class untuk pemrogram menulis, mengompilasi, mencari kesalahan dan
menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis
dalam Java - namun dapat mendukung bahasa pemrograman lain. Terdapat banyak
modul untuk memperluas Netbeans IDE.
Netbeans IDE adalah sebuah produk bebas dengan tanpa batasan bagaimana
digunakan.
Tersedia
juga NetBeans Platform
yaitu sebuah fondasi yang modular dan dapat diperluas yang dapat digunakan
sebagai perangkat lunak dasar untuk membuat aplikasi desktop yang besar. Mitra ISV menyediakan plug-in bernilai tambah yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke
dalam Platform dan dapat juga
digunakan untuk membuat class dan
solusi sendiri.
Kedua
produk adalah kode terbuka (open source)
dan bebas (free) untuk penggunaan
komersial dan non komersial. Kode sumber tersedia untuk guna ulang dengan
lisensi Common Development and
Distribution License (CDDL).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar