PENGERTIAN ARRAY DAN CONTOHNYA

Apa itu Array ?

Suatu struktur data yang dapat menyimpan banyak nilai dalam sebuah variabel. Array tersebut dapat diibaratkan sebagai sebuah ruang yang kemudian disekat-sekat. Pada kebanyakan bahasa pemrograman, array harus berisi kumpulan data yang tipe data sejenis. Pada pemrogragraman PHP, dalam sebuah variabel array dapat memiliki tipe data lebih dari satu. 

Perhatikan Gambar.1 dibawah ini :
Gambar.1
Pada Gambar.1 kita memiliki sebuah array yang memiliki panjangnya 23. Masing-masing nilai pada array disebut elemen, dan untuk mengakses elemen menggunakan index.

Index pada array dapat berupa numerik  yang disebut dengan index numerik dan bisa juga berupa label/nama yang biasa disebut dengan index associatif.

Index numerik pada sebuah array selalui dimulai dari 0, jadi jika ingin mengakses sebuah elemen, misal : elemen P berada pada index-0. Elemen I berada pada : index-6, dan index-21. Karakter kosong seperti pada index ke-5, index 17 juga dianggap sebagai elemen.

Inisialisasi Array

Untuk memberi nilai array (inisialisasi array) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
$nama = array("Dono","Doni","Dina","Wati");
Cara inisialisasi diatas membuat variabel $nama menjadi array berindeks numerik, dimana indexnya dimulai dengan angka 0 seperti tabel dibawah ini :
0123
DonoDoniDinaWati
Jika kita ingin membuat sebuah variabel array berindex associatif, maka indexnya harus berupa label seperti contoh dibawah ini :
$nama = array("Dono"=>"08126767","Doni"=>"08116762","Dina"=>"08524545","Wati"=>"08571234");
Array index associatif diatas dapat dideskripsikan seperti tabel dibawah ini :
DonoDoniDinaWati
08126767081167620852454508571234


Mengakses elemen array index numerik

Untuk mengakses elemen array yang berindex numerik pada index tertentu, kita langsung menggunakan nilai indexnya seperti contoh dibawah ini :
<?php
$nama = array("Dono","Doni","Dina","Wati");
//mencetak index 0
echo $nama[0];
echo"<br>";

//mencetak index 2
echo $nama[2];
?>
Outputnya :
Dono
Dina
Seperti contoh program diatas, kita langung menggunakan indexnya untuk mengakses pada elemen tertentu. Jika kita ingin mengakses elemen Wati, maka berada pada index 3.

Jika seandainya kita ingin mencetak keseluruhan nilai dalam array, kita bisa menghitung panjang array terlebih dahulu dengan keyword count(), kemudian dengan bantuan looping, kita mencetaknya satu persatu, seperti contoh dibawah ini :
<?php
$nama = array("Dono","Doni","Dina","Wati");

for($i=0;$i<count($nama);$i++)
{
 echo "Index ke $i adalah $nama[$i]";
 echo"<br>";
}
?>
Outputnya :
Index ke 0 adalah Dono
Index ke 1 adalah Doni
Index ke 2 adalah Dina
Index ke 3 adalah Wati
Untuk mencetak nilai array secara keseluruhan dapat juga menggunakan model perulangan foreach, silahkan baca tutorial : Perulangan foreach pada php.


Mengakses elemen array index associatif

Untuk mengakses elemen array index associatif, kita langsung menggunakan nama labelnya seperti contoh dibawah ini :
<?php
$nama = array("Dono"=>"08126767","Doni"=>"08116762","Dina"=>"08524545","Wati"=>"08571234");

echo $nama["Dono"]."<br>";
echo $nama["Doni"]."<br>";
echo $nama["Dina"]."<br>";
echo $nama["Wati"];
?>
Outputnya :
08126767
08116762
08524545
08571234

Jika seandainya kita ingin mencetak keseluruhan nilai pada array associatif kita dapat menggunakan keyword list dan each seperti contoh dibawah ini :
<?php
$nama = array("Dono"=>"08126767","Doni"=>"08116762","Dina"=>"08524545","Wati"=>"08571234");

while(list($index, $nilai)=each($nama))
{
 echo "Index ke $index berisi $nilai";
 echo"<br>";
}
?>
Outputnya :
Index ke Dono berisi 08126767
Index ke Doni berisi 08116762
Index ke Dina berisi 08524545
Index ke Wati berisi 08571234
Jika kita perhatikan contoh diatas, maka list akan mengurutkan index associatif yang mana tiap-tiap label akan disimpan pada variabel $index dan isinya disimpan dalam variabel $nilai. 

Untuk mencetak keseluruhan nilai array associatif dapat juga dilakukang dengan looping foreach.

Sumber:
https://ilmu-detil.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-tipe-data-array-pada-php.html
Share:

Statement If, If Else dan Case

Contoh Program Statement Pengendalian (Control Statement)


1. Contoh Program Perintah IF Pada C++

Sebagai contoh, kita ambil kasus yang kemarin kita bahas , yaitu bagaimana caranya agar suatu program dapat mengidentifikasi angka , dimana jika angka itu genap maka program akan meng-output-kan "Angka genap ".Berikut Listing Programnya


#include <iostream>
using namespace std;


int main()
{
    int angka1;
    cout <<"Masukkan angka = ";cin >> angka1;
    if(angka1%2 ==0)
    {cout<<angka1 << " adalah angka genap";}
    
    cout <<"\nSelesai\n";
}
Berikut Penampakan Programnya:
Output program IF
Penjelasan :
Cara kerja dari program tersebut, adalah JIKA setiap angka yang dimasukkan dibagi 2 dan mempunyai sisa pembagian 0, maka angka tersebut adalah angka genap. dan setelah itu program akan meng-output-kan "Selesai", alur ini berjalan ketika kondisi dalam perintah IF bernilai Benar (Gambar kiri). Namun jika kondisi bernilai salah atau sisa pembagian tidak bernilai 0, maka program akan langsung meng-output-kan "Selesai" (Gambar yang kanan). tanda "%" pada program, adalah tanda untuk operator "mod" atau operator untuk mencari sisa hasil pembagian.


2. Contoh Program Perintah IF-ELSE Pada C++

Masih melanjutkan kasus sebelumnya, karena sebelumnya hanya untuk mengidentifikasi angka genap saja, maka kali ini kita tambahkan untuk mencari angka ganjil juga. Berikut Listing programnya :


#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
    int angka1;
    cout <<"Masukkan angka = ";cin >> angka1;
    if(angka1%2 ==0)
    {cout<<angka1 << " adalah angka genap";}
    else
    {cout <<angka1 << " adalah angka ganjil";}
    
    cout <<"\nSelesai\n";
}

Berikut Penampakan Programnya :

Output Program IF-ELSE

Penjelasan :
Dengan menggunakan program sebelumnya, kita tinggal menambahkan perintah "else" dibawahnya, kemudian menambahkan setiap angka yang bukan genap, maka dia adalah angka ganjil. sangat mudah bukan?

3. Contoh Program Perintah IF Bertingkat Pada C++

Untuk Perintah IF bertingkat, masih menggunakan kasus diatas, namun kita tambahkan logika untuk mengidentifikasi apakah angka tersebut positif atau negatif. Berikut Listing Programnya :


#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
    int angka1;
    cout <<"Masukkan angka = ";cin >> angka1;
    if(angka1<0)
     {
     if(angka1%2 ==0)
     {cout<<angka1 << " adalah angka negatif dan juga genap";}
      else
     {cout <<angka1 << " adalah angka negatif dan juga ganjil";}
     }
    else
     {
     if(angka1%2 ==0)
     {cout<<angka1 << " adalah angka positif dan juga genap";}
     else
     {cout <<angka1 << " adalah angka positif dan juga ganjil";}
    }
    cout <<"\nSelesai\n";
}


Berikut Penampakan Programnya :

Output Program IF bertingkat

Penjelasan :
Pada program di atas, untuk mengidentifikasi angka itu positif atau negatif, cukup mudah yaitu kita tambahkan perinta IF dengan kondisi jika angka kurang dari 0 maka angka itu pasti negatif, dan selain itu pasti angka positif. Maka untuk menggabungkan antara identifikasi positif/negatif dengan identifikasi genap/ganjil, Kita tambahkan if bertingkat, Pada Listing di atas, kode yang berwana hijau adalah perintah IF untuk mengidentifikasi positif atau negatif, sedangkan yang berwarna kuning dan coklat adalah perintah IF untuk mengidentifikasi genap atau ganjil.

Kondisi pertama :
Saat angka diinputkan, angka akan dicek di perintah IF yang pertama "if(angka1<0)", jika kondisi benar atau nilai kurang dari 0, maka program akan masuk ke bagian perintah IF berwana kuning dan dengan ini kita sudah mendapati bahwa angka tersebut adalah negatif, kemudian angka yang dimasukkan akan dicek kembali untuk menentukan apakah angka tersebut genap atau ganjil, kita memakai listing pada program Perintah IF-ELSE yang sebelumnya, namun kita tambahkan  output tambahan yaitu "angka negatif". perhatikan pada gambar bagian kiri di atas.

Kondisi kedua :
Saat angka diinputkan, angka akan dicek di perintah IF yang pertama "if(angka1<0)", jika kondisi salah atau nilai lebih dari 0, maka program akan masuk ke bagian perintah IF berwana Coklat dan dengan ini kita sudah mendapati bahwa angka tersebut adalah positif, kemudian angka yang dimasukkan akan dicek kembali untuk menentukan apakah angka tersebut genap atau ganjil, kita memakai listing pada program Perintah IF-ELSE yang sebelumnya, namun kita tambahkan  output tambahan yaitu "angka positif". perhatikan pada gambar bagian kanan di atas.

4. Contoh Program Perintah SWITCH pada C++

Untuk Contoh Program SWITCH, kita manfaatkan untuk membuat sebuah menu pada program yang sudah kita buat tadi, Berikut Listingnya :


#include <iostream>
using namespace std;

int main()
{
    int angka1;
    int pilih;
    
    cout <<"====Selamat Datang Di Onlyvista.blogspot.com====\n";
    cout <<"\t    1.Identifikasi Angka\n";
    cout <<"\t    2.Salam Hangat\n";
    cout <<"\t    3.Keluar\n";
    cout <<"\tMasukkan Pilihan Anda : "; cin >> pilih;
    
    switch(pilih)
    {case 1:
       cout <<"Masukkan angka = ";cin >> angka1;
       if(angka1<0)
        {
         if(angka1%2 ==0)
         {cout<<angka1 << " adalah angka negatif dan juga genap";}
          else
         {cout <<angka1 << " adalah angka negatif dan juga ganjil";}
        }
      else
        { 
         if(angka1%2 ==0)
        {cout<<angka1 << " adalah angka positif dan juga genap";}
         else
        {cout <<angka1 << " adalah angka positif dan juga ganjil";}
        }
        cout << endl;
     break;
        
     case 2:
     cout <<"\nSering-Sering ya, Mampir Ke onlyvista.blogspot.com\n";
     cout <<"Banyak Tutorial tentang Programming yang bisa kalian Dapatkan!\n";
     break;
    
     case 3:
     break;
        
    }
    cout <<"\nSelesai\n";
}


Berikut Penampakan Programnya :

Output Program Switch


Penjelasan :
Pada Dasarnya, Perintah Switch hanya dieksekusi saat kita men-trigger-nya saja, pada program di atas, admin membuat 3 menu, menu pertama berisi kodingan identifikasi angka, menu kedua berisi tulisan hangat dari admin, menu ke 3 adalah keluar. Perlu diingat ini hanya program yang sekali pakai atau jika dijalankan maka dia akan langsung selesai dan tidak mengulang lagi dari awal, untuk bahasan itu akan admin bahas di postingan selanjutnya.
Pada Listing di atas, bagian yang ditandai dengan warna hijau adalah bentuk dari Switch itu sendiri, pada awal program kita diharuskan memilih menu dengan memasukkan angka, setelah angka diinput, maka switch akan mengecek apakah angka tersebut terdapat dalam case yang telah dibuat, kita bisa membuat case hingga 255, namun admin disini hanya membuat 3, program yang kita buat tadi dimasukkan pada case 1 , namun perlu diperhatikan saat memasukkan kodingan, harus selalu berada setelah statement "case 1" dan sebelum "break".


Itulah Contoh Program Sederhana untuk Statement Pengendalian pada C++, jika terdapat kesalahan mohon dikoreksi, namun jika bermanfaat tolong dishare ke teman-teman kalian. Terimakasih telah membaca dan berkunjung.
 Sumber:
Share:

Struktur Kendali ( While-do, Repeat Until, For )

Struktur Kendali

Dalam menyelesaikan masalah, terkadang kita harus melaku suatu proses yang sama lebih dari satu kali. Untuk itu perlu dibuat suatu algoritma pengulangan. Pascal memberikan tiga alternative pengulangan, yaitu dengan For, While, atau Repeat. Masing-masing memiliki karakteristik, yang akan dipelajari pada modul ini. Ada dua hal yang penting dalam melakukan merancang perintah pengulangan, yaitu:
*      Inisialisasi awal.
*      Nilai akhir pengulangan atau kondisi berhenti.
*    Perulangan For...To...Do
Pengulangan For .. Do merupakan perintah pengulangan yang paling sederhana diantara perintah pengulangan lain yang disediakan oleh Delphi. Pengulangan For .. Do digunakan untuk melaksanakan pengulangan satu pernyataan atau satu blok program beberapa kali yang ditentukan oleh nilai awal dan nilai akhir. Dengan kata lain, jumlah pengulangan yang akan dikerjakan sudah diketahui.
Pada pengulangan dengan For, inisialisasi awal dan kondisi akhir ditentukan dengan menggunakan suatu variable kendali (pencacah) yang nilainya dibatasi dalam suatu range tertentu.
Syntax :
for <pencacah> := <awal> to <akhir> do
<pernyataan>;
Atau :
for <pencacah> := <awal> downto <akhir> do
<pernyataan>;
<pencacah> adalah variabel bertipe ordinal, yaitu variabel yang mempunyai nilai pasti jika dikurangi atau ditambah satu satuan, misalnya byte, integer, dan lain-lain. Nilai <pencacah> tidak boleh diubah dalam <pernyataan>.
Perbedaan antara to dan downto adalah pada kondisi nilai awal dan akhir. Pada to: nilai awal lebih kecil dari nilai akhir, sedangkan pada downto nilai awal lebih besar dari nilai akhir. Perlu diingat, bahwa variable kendali harus dideklarasikan dengan tipe data integer.
Contoh 1 :
for x := 1 to 10 do
ListBox1.items.add(inttostr(x));
Program ini akan menghasilkan bilangan terurut mulai dari 1 sampai 10.
Contoh 2 :
for x := 10 downto 1 do
ListBox1.items.add(inttostr(x));
Program ini akan menghasilkan bilangan terurut mulai dari 10 sampai 1.
Contoh 3 :
for i := 1 to 20 do
Jumlah := Jumlah + 1;
J := 20;
for i := 1 to j do
begin
Jumlah := Jumlah + 1;
j := j + 1;
end;
Contoh 4:
var
a:integer;
begin
listbox1.Items.Clear;
for a:=-1000 to 1000 do
begin
listbox1.Items.Add(inttostr(a));
end;


Text Box: Sama seperti pernyataan if, jika Anda hanya menuliskan satu pernyataan untuk diulang, Anda tidak perlu menambahkan begin dan end. Tetapi jika Anda menuliskan beberapa pernyataan, Anda harus menambahkan begin dan end.
 

*    Perulangan While ... Do
Pernyataan pengulangan ini biasanya digunakan bila Anda belum tahu pasti berapa banyak Anda akan mengulang pernyataan-pernyataan. Berakhirnya pengulangan ini ditentukan oleh suatu kondisi. Bila kondisi sudah tidak terpenuhi maka pengulangan akan berakhir. Dengan kata lain, selama kondisi masih terpenuhi, pengulangan akan terus dilakukan.
Pernyataan pengulangan While .. Do bertugas mengulang satu pernyataan atau suatu blok pernyataan atau selama (while) suatu kondisi (syarat) bernilai True.
Syntax :
while <kondisi> do
<pernyataan>;
begin
<pernyataan_1>;
<pernyataan_2>;
.
.
<pernyataan_n>;
end;
Prosedur alur pengulangan diatas diatas adalah sebagai berikut :
1.    Program akan menguji nilai <kondisi>.
2.    Jika <kondisi> bernilai False maka <pernyataan> tidak dilaksanakan dan program akan menghentikan pengulangan, kemudian menjalankan baris berikutnya.
3.    Jika <kondisi> bernilai True, maka pernyataan akan dilaksanakan satu kali.
4.    Kembali ke prosedur no. 1.
5.    Program menghentikan pengulangan dan menjalankan baris berikutnya. Pada dasarnya pengulangan akan berhenti kalau <kondisi> bernilai False. <pernyataan> bisa berupa satu pernyataan atau blok pernyataan yang diawali dengan begin dan diakhiri dengan end. Penulisan pernyataan harus diakhiri dengan titik koma sebagai tanda akhir dari pernyataan While.
Contoh 1:
x:=0;
while (x < 10) do
begin
x:=x+1;
listbox1.items.add(Inttostr(x));
end;
Program ini akan menghasilkan bilangan terurut mulai dari 1 sampai 10.
Contoh 2:
while Jumlah >= 20 do
Jumlah := Jumlah + 1;
while a >= b do
begin
a := a + 1;
b := b * a;
end;
*    Perulangan Repeat ... Until
Pengulangan ini hampir sama dengan pengulangan While .. Do dan biasanya digunakan jika jumlah pengulangan belum dapat ditentukan pada saat program ditulis.
Perbendaannya, pernyataan Repeat .. Until dan While .. Do terletak pada letak pengecekan kondisi. Jika pada pernyataan While .. Do kondisi dicek pada awal blok pernyataan yang harus diulang, sedangkan pada pernyataan Repeat .. Until, kondisi dicek pada akhir blok pernyataan yang harus diulang.
Syntax :
repeat
<pernyataan_1>;
<pernyataan_2>;
...
<pernyataan_n>;
until <kondisi>
Perbedaan lainnya adalah pernyataan While .. Do mengulang pernyataan selama kondisi masih terpenuhi, tetapi pernyataan Repeat .. Until hanya akan mengulang pernyataan selama kondisi belum terpenuhi. Perbedaan lain yang dapat ditemukan untuk pernyataan Repeat .. Until adalah :
1.    Dapat melaksanakan pengulangan lebih dari satu pernyatan baik berupa kumpulan pernyataan tunggal atau kumpulan blok pernyataan. Jadi bagian yang diulang adalah segala sesuatu yang berda di antara pernyataan Repeat .. Until.
2.    Menjalankan perintah yang berada diantara pernyataan Repeat .. Until karena pengujian terletak di bagian bawah pernyataan, minimal satu kali.
Contoh 1:
repeat
k := i mod j;
i := j;
j := k;
until j = 0;
Contoh 2:
x:=0;
repeat
x:=x+1;
listbox1.items.add(Inttostr(x));
until x = 10
 
Sumber :
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

PENGERTIAN ARRAY DAN CONTOHNYA

Apa itu Array ? Suatu struktur data yang dapat menyimpan banyak nilai dalam sebuah variabel.  Array tersebut dapat diibaratkan sebagai se...

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.